Feeds:
Posts
Comments

Para sahabat Redemptoris, khususnya pembaca setia blog Misi Umat Redemptoris yang terkasih. Banyak yang bertanya pada kami  tentang profil Kongregasi Redemptoris Indonesia dan apa saja Karya Pastoral Redemptoris di Indonesia. Bahkan ada yang bertanya bagaimana caranya mereka bisa terlibat untuk membantu Karya Kongregasi Redemptoris. Kami bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah menggerakkan hati begitu banyak orang yang mau memberi hatinya bagi karya kami. Di sini ada video tentang Kongregasi Redemptoris dengan narasi bahasa Inggris. Video ini dibuat juga untuk menggerakkan hati semakin banyak orang agar memberi “hatinya” bagi kami, khususnya bagi pendidikan calon imam. Kiranya video ini berguna bagimu semua dan bagi kelangsungan karya kami.

Seandainya pintu hatimu terketuk untuk membantu biaya pendidikan calon imam, kemurahan hatimu itu dapat disalurkan di:

BCA, KALIMALANG, NO. 230 321 75 76

Para sahabat setia pembaca blog Misi Umat Redemptoris yang terkasih. Pada post terdahulu pernah dimuat video tentang Acara Pembukaan Misi Umat Redemptoris di Stasi Laimajori. Rupanya ada kesalahan URL sehingga video itu tidak dapat dibuka. Post ini adalah hasil perbaikan dengan URL yang tepat. Semoga video pembukaan Misi Umat ini dapat memberi gambaran bagi para pembaca sekalian karya kami di tempat Misi Umat. Tuhan Memberkati.

Para Pembaca Blog Misi Umat Redemptoris yang terkasih…

Sambil gencar dan semangatnya Para Misionaris Redemptoris berkarya demi mewartakan Penebusan Tuhan yang berlimpah bagi semua orang, khususnya bagi mereka yang miskin dan terlantar, para Redemptoris (Propinsi Indonesia) saat ini pun harus berjuang keras menempuh segala macam cara untuk mencari jalan keluar bagi masalah krisis financial yang sedang menimpa. Harus diakui, beberapa tahun terakhir ini panggilan Redemptoris di Indonesia meningkat pesat. Semakin banyak kaum muda yang berniat bergabung dengan Redemptoris. Konsekuensinya biaya hidup dan biaya pendidikan calon imam yang semenjak resmi jadi propinsi 100% ditanggung oleh Kongregasi Redemptoris Propinsi Indonesia sendiri menjadi meningkat. Berdasarkan kalkulasi matematis, hanya dalam tenggang waktu beberapa tahun bahkan bulan ke depan, Kongregasi Redemptoris Inidonesia akan mengalami kesulitan membiayai biaya pendidikan calon imam, dan bahkan biaya hidup para anggota di medan karya.

Tanpa kami sadari, ternyata beberapa sahabat, pemerhati kelangsungan karya pelayanan Redemptoris di Indonesia telah melakukan berbagai macam gerakan untuk membantu kami. Pada kesempatan ini kami ingin membagikan ajakan dari seorang sahabat kami yang prihatin akan masalah ini dan mau mengetuk hati semakin banyak sahabat untuk ikut turut peduli dan berbagi. Semoga para sahabat pembaca blog ini pun mempunyai hati untuk rela membaca dan mensharekan ajakan ini kepada siapapun yang beritikat baik.

Dear Friends…..ijinkan saya untuk men-sharingkan sesuatu…
Saat ini ada 57 calon Imam CSsR yang sedang kuliah di Seminari Tinggi 
Fakultas Teologia Wedabhakti – Kentungan, Yogyakarta, terancam putus biaya.
Padahal kita semua tahu, untuk mendapatkan 1 calon imam saja sulit… Tuaian Banyak, PekerjaNYA sedikit….
Karenanya saya mengajak rekan2 yang bersimpati untuk melihat album CSsR yang saya tampilkan diatas (ada 2 album yg akan saya kirim terpisah dalam 2 email, berhubung isi file banyak, tapi sdh di kompress shg cepat membukanya)…siapa tahu anda tergerak untuk membantu. 
Sekecil apapun bantuan anda, memberikan arti yang sangat besar bagi kedua belah pihak…
Bagi anda merupakan perpanjangan NIAT BAIK anda dalam membantu sesama, yang tentunya bayarannya hanya akan anda dapat dari DIA….
Bagi para pengurus Kongregasi CSsR, bantuan anda merupakan secercah HARAPAN dalam menuntaskan pendidikan bagi CALON PELAYAN ALLAH, yang nantinya disiapkan untuk MELAYANI kita semua….. MARI BERBAGI….
Ada 2 Contact Person yang dapat anda hubungi dalam menyalurkan donasi:
P.Kimy Ndelo. CSsR , HP: 08211 367 1911 email: yndelo@email.it, atau
P. Ferdi Djagakota. CSsR, HP:  0813 5347 1890 email:ferdicssr@gmail.com ….. 
Terimakasih, Tuhan Yesus mem BERKATI..
 
Best Regards,

Gracesign

 GraceDC

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

Berpelindungkan Santo Mikael, Malaikat Agung, Tanggal 29 September seharusnya menjadi moment penting bagi Stasi Laimajori karena Pesta St. Mikael dirayakan pada tanggal itu. Namun sayangnya, karena rendahnya tingkat partisipasi umat dan kurangnya koordinasi yang baik dari pengurus stasi, bertahun-tahun lamanya umat Stasi St. Mikael laimajori tidak merayakan pesta pelindungnya. Karena itu, pada pesta pelindung stasi kali ini, para misionaris umat berinisiatif mengadakan beberapa kegiatan untuk memeriahrayakannya. Kegiatan-kegiatan itu terbagi dalam tiga bidang kegiatan, yakni kegiatan pertandingan olahraga, kegiatan pentas seni dan budaya, dan kegiatan liturgis yakni misa inkulturatif meriah yang diadakan pada hari Minggu, 30 September 2012.

Kegiatan pertandingan olahraga dan kegiatan pentas seni dibuat dalam dua kategori umur, yakni kelompok anak-anak (ATM) dan orang dewasa (OMK dan Orang Tua). Untuk anak-anak ada lomba lari karung, lomba lari gigit senduk dengan kelereng, lomba mewarnai gambar, lomba tarik tambang. Dan untuk acara pentas seni dan budaya ada lomba dance serta pop singer. Anak-anak yang 30%nya adalah anak-anak dari Gereja Kristen Sumba (Protestan) sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Sebagai hadiah mereka mendapat buku tulis, permen, alat tulis dan rosario dalam jumlah yang bervariasi sesuai dengan peringkat kemenangan yang mereka peroleh.

Untuk orang dewasa, ada pertandingan volly putra dan putri, ada lomba mengisi air dalam botol menggunakan tangan, ada lomba lari gigit senduk, dan yang paling heboh, ada pertandingan sepak bola sarung, dimana setiap team yang terdiri dari 3 orang perempuan dan 4 orang laki-laki diwajibkan mengenakan sarung. Aturan yang aneh ini menjadikan pertandingan sepak bola sarung menjadi pertandingan yang heboh dan tentu saja membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Sedangkan untuk acara panggung, di kalangan orang dewasa ada lomba tari tradisional antar basis, ada lomba pop singer dan lomba lagu dan gerak. Kelihatan sekali masing-masing basis mau memberikan yang terbaik dan mau tampil sebagai pemenang. Ini tampak dari semangat mereka saat bertanding, entah itu di lapangan atau pun di atas panggung. Semangat ini pula yang membuat para misionaris tidak lelah berjalan ke sana kemari mencari donatur untuk pengadaan hadiah. Alhasil, dana-dana yang terkumpul cukup untuk membeli rosario, buku doa dan buku Mada Bakti untuk para pemenang. Terima kasih tulus buat para donatur yang telah berikhlas hati mengulurkan tangan membantu kami.

Rangkaian acara pesta stasi ini ditutup dengan perayaan ekarsti inkulturatif pada hari Minggu, 30 September 2012. Ekaristi ini dimeriahkan oleh koor OMK dengan lagu-lagu berbahasa Anakalang dan Tarian tradisional dari daerah setempat. Tidak ketinggalan pekik piawau dan gelegar pakalaka yang menggema mengiringi hentakan kaki para penari kataga. Itulah ungkapan kegembiraan khas Anakalang khususnya dan Sumba pada umumnya.

This slideshow requires JavaScript.

Tujuan diadakannya setiap misi umat adalah pertobatan sejati umat Allah yang diwujudnyatakan dengan meningkatnya kesadaran dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan gerejawi dan keterbukaan hati untuk menerima sakramen-sakramen Gereja. Sementara di sisi lain, salah satu tuntutan pastoral gereja dewasa ini adalah pastoral berbasis data. Artinya, disiplin ilmu teologi diharapkan berjalan bergandengan dengan hasil kerja ilmu sosial seperti analisa sosial, agar penerapan pastoral dapat sungguh menyentuh kebutuhan umat. Di Misi Umat para misionaris mencoba menjawab dua tuntutan ini dengan menerapkan metode: pewartaan Injil menuju pertobatan berbasis data hasil analisis sosial.

Melalui kunjungan dari rumah ke rumah, diperoleh data umat yang mendetail, termasuk kepastian jumlah umat yang belum mendapat pelayanan sakramen. Berdasarkan data ini para misionaris kemudian membuat jadwal untuk katekese dan pelayanan sakramen.

Pelayanan baptis bayi jatuh pada tanggal 26 September 2012. Berdasarkan data kunjungan, tercatat 22 anak (dari bayi sampai anak usia 9 tahun) yang belum dibaptis. Melalui kunjungan para misionaris menawarkan kepada para orang tua agar memberikan anak-anak mereka di baptis.

Menariknya, ada beberapa keluarga Marapu (entah kedua orang tuanya masih Marapu atau salah satu), yang meminta anaknya di baptis Katolik. Tentu saja hal ini menjadi suatu kegembiraan besar bagi para misionaris, anggota TPU dan seluruh umat stasi St. Mikael Laimajori.

This slideshow requires JavaScript.

Salah satu strategi para misionaris umat merebut hati umat agar dapat berbalik kepada Tuhan adalah dengan mengadakan pendekatan pribadi per pribadi yang dibuat dalam setiap kunjungan. Tetapi tidak hanya itu saja. Para misionaris, dengan keahliannya masing-masing diberi tugas untuk mendampingi kelompok-keompok kategorial seperti: ATM (Anak Temu Minggu/Anak Sekolah Minggu), Remaja, OMK (Orang Muda Katolik) dan Pasutri. Masing-masing misionaris mempunyai trik dan gayanya masing-masing sesuai dengan karakter kelompok kategorial yang dibimbingnya.

Bruder Barto, Sr. Vita dan Nova (Mahasiswi) diberi tugas mendampingi ATM. Pada awal kedatangan Misionaris Umat, jumlah anak-anak di Laimajori tidak lebih dari 20 orang. Jumlah yang sedikit ini tidak memadamkan semangat Bruder Barto dan kawan-kawannya dalam mendampingi kegiatan ATM. Hampir setiap sore terlihat pemandangan ini, di tengah padang bekas hamparan sawah, anak-anak duduk mengelilingi Bruder Barto yang bercerita atau mengajarkan doa-doa dasar seperti Salam Maria dan Bapa Kami. Setelah Misi Umat berjalan kurang lebih 3 Minggu, jumlah anak-anak yang mengikuti kegiatan ATM mencapai 80an orang. Ini perkembangan yang menggembirakan tetapi juga mengagetkan. Dari mana Bruder mendapat anak-anak sebanyak itu? Baru kemudian diketahui, ternyata sebagian besar anak-anak yang bergabung kemudian berasal dari Gereja Kristen Sumba. Luar biasa, Sekolah Minggu menjadi ajang kegiatan Ekumene yang nyata.

Pater Mans dan Frater Kee dipercayakan mendampingi OMK. Tantangan pertama yang dihadapi Pater Mans dan crewnya adalah soal jumlah anggota. Jumlah OMK yang ada di Stasi Laimajori tidak mencapai 20an orang. Itu sudah terhitung 3 orang laki-laki. Tetapi Pater Mans dkk mempunyai cara yang tak kalah jitunya dari para misionaris pendamping ATM. Pater Mans dan Fr. Kee mulai dengan mengajak kaum muda itu bermain volly, walaupun untuk itu mereka harus meminta bantuan donatur agar dapat membeli bola volly.  Setelah lelah bermain volly, anak-anak muda itu diajak bernyanyi bersama, lagu pop rohani dengan iringan gitar. Setelah berjalan beberapa minggu, dibuatlah jadwal kegiatan rutin untuk OMK: hari Minggu pertemuan pembinaan iman, hari Rabu Latihan Koor, Hari Kamis Olahraga, Hari Jumat Kerja (menanam pohon di halaman gereja) dan Hari Sabtu latihan petugas Liturgi.

Pater Kamto mendapat kepercayaan mendampingi pasutri. Ini adalah kelompok kategorial dengan jumlah anggota terbesar. Mereka mempunyai jadwal pertemuan rutin setiap hari kamis dengan tema pertemuan bervariasi, mulai dari Moralitas Keluarga, KDRT, cara pembuatan Pupuk Organik, dan juga kursus masak dengan bahan-bahan lokal.

Selain kegiatan kelompok kategorial ini, ada lagi tawaran kegiatan lain yang menjadi pemikat hati umat untuk kembali aktif di Gereja. Salah satunya adalah pemutaran film setiap hari Jumat malam. Pertunjukan film merupakan hiburan yang langka bagi masyarakat pedalaman karena itu pertunjukan film selalu diminati banyak orang. Moment ini dijadikan juga kesempatan mensosialisasikan kegiatan misi umat dan mengajak keterlibatan umat.

Tentu saja para misionaris dituntut untuk menjadi ahli dan sekreatif mungkin di bidangnya masing-masing. Bukan hanya keahlian dalam hal merancang program-program tetapi juga keahlian dalam mencari dana untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang direncanakannya. Tetapi di sinilah letak seni dari sebuah misi, yaitu ketika harapan para misionaris tidak pernah pudar dan keyakinan tak pernah hilang bahwa Allah selalu memberi jalan keluar bahkan di situasi yang paling sulit sekalipun. Terima kasih tulus buat para sahabat yang telah mengulurkan tangan membantu para misionaris.

This slideshow requires JavaScript.

Mendengar kata Sumba, spontan terlintas dalam benak hamparan padang sabana, tempat rombongan kuda sandlewood bermain bebas di alam terbuka. Bagi yang pernah berkunjung ke Sumba, mungkin juga tetap terpatri di ingatan pemandangan pantai-pantainya yang belum banyak terjamah modernisasi dan arus komersialisasi.

Continue Reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.